harianwonosobo.com

PAGUYUBAN OJEK PANGKALAN WONOSOBO MENGGELAR AKSI


Wonosobo – harianwonosobo.com (03/1). Paguyuban Ojek Pangkalan Kabupaten Wonosobo dan Paguyuban Angkakutan Umum Kabupaten Wonosobo menggelar aksi di Alun-alun Wonosobo guna menuntut dinonaktifkannya operasi ojek berbasis online di Kabupaten Wonosobo,  pada kamis (03/01) siang. Aksi ini dimulai pukul  08.00 WIB bertepat di Depan Pendopo  Bupati Kabupaten Wonosobo.

Menurut Kusdiarto sebagai koordinator aksi menjelaskan rapat koordinasi dengan pengemudi ojek maupun angkutan umum di Wonosobo sudah terjadi sejak 2016 lalu. Pemicunya ada berita hoax yang dilakukan oleh pihak tertentu tentang terhadap ojek pangkalan yang diduga melakukan kekerasan fisik. Alasan ini sebagai alasan digelarnya aksi tersebut.

Alasan lain digelarnya aksi tersebut bahwa banyak kelemahan dengan adanya ojek berbasis online tersebut, ojek online sendiri secara resmi belum disahkan oleh Mahkamah Konstitusi. 

Selain itu juga banyak hal kurang baik. Salah satunya rusaknya moral generasi muda karena kurangnya bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat sekitar, yang berakibat pada hilangnya rasa kejujuran dimasa yang akan datang, imbuhnya.

Selain itu juga dampak dari adanya ojek berbasis online ini pendapatan ojek pangkalan dan angkutan umum menurun sangat drastis. “Iya semenjak adanya ojek berbasis online pendapatan sehari-hari kami menurun” Kata Mufid, asal Sapuran.

Harapan pendemo selanjutnya kepada bapak Bupati Wonosobo sekarang adalah bahwa ojek berbasis online ini segera dinonaktifkan, karena kurang cocok apabila ojek berbasis online beroperasi di wonosobo pada saat ini.

Apabila ojek berbasis online ini belum dilarang operasinya, Paguyuban Ojek Wonosobo akan menggelar aksi  yang sama guna menuntut dinonaktifkannya atau melarang ojek berbasis online beroperasi di Wonosobo, menurut keterangan Mufid. (Red. DSB).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *