harianwonosobo.com

PAGUYUBAN OJEK ONLINE JUGA MENUNTUT KE BUPATI


Wonosobo, harianwonosobo.com (04/1/2018) – Setelah demo yang dilakukan oleh Paguyuban Ojek Pangkalan Wonosobo kemarin, kamis  (03/01) yang menuntut ditutupnya transportasi berbasis online di Wonosobo yang membuahkan hasil lisan bahwasannya Kepala Dinas Perhubungan Kab. Wonosobo dan instansi terkait menyetujui tuntutan dari para peserta aksi tersebut. Intinya Ojek Online di Wonosobo akan “DITUTUP”

Hari ini juga Paguyuban Ojek Online Wonosobo membuat petisi yang diberi judul “Surat Cinta Untuk Bapak Bupati Wonosobo” yang berisi kekecewaan apabila ojek online ditutup.” Sebagai masyarakat Kab. Wonosobo yang  awam akan pengetahuan regulasi hukum maupun aturan-aturan yang ditetapkan tersebut kami merasakan kekecewaan kepada Pemerintah Kab. Wonosobo yang secara terang menutup ojek online di Kab. Wonosobo” dikutip dari petisi transportasi berbasis online.

Petisinya sendiri hingga saat ini pukul 10.11 WIB telah ditandatangani oleh lebih dari 4.660 dari 5.000.  Tuntutan yang diberikan Paguyuban Ojek berbasis online dalam petisinya adalah meminta Bapak Bupati untuk lebih mempertimbankan kebijakan yang telah diputuskan,  karena bukan hanya berdampak pada pelaku driver saja. Sedangkan lapangan pekerjaan yang sulit diwonosobo ini juga menjadi perhatian khusus yang perlu bapak tuntaskan. Diluar itu bagaimana nasib para pengusaha umkm di Kab.  Wonosobo yang sudah berjalan dan sangat membantu perekonomian di Wonosobo ini. Akankah dengan kebijakan ini akan merubah kab. Wonosobo ini menjadi lebih baik pak? Kami hanya sebagai masyarakat yang ingin merasakan kemudahan tekhnologi seperti di kota-kota maju lainnya pak.  Jangan  bapak renggut hak kami untuk memilih moda transportasi yang kitainginkan. Banyak cara untuk mennyelesikan permasalahan ini tapi tidak untuk mengalahkan salah satu dari mereka pak. Sungguh kami meminta kepada yang terhormat Bapak Bupati Wonosobo Bapak Eko Purnomo dan  Bapak Wakil Bupati Agus Subagyo sekiranya mengkaji lebih dalam keputusan yang bapak buat.

Dari petisi ini banyak yang setuju dengan adanya transportasi berbasis online di Wonosobo. Bahwasannya masyarakat wonosobo lebih merasa terbantu dengan adanya transportasi berbasis online.

Seperti yang dikatakan salah mahasiswa UNSIQ wonosobo Novian (20) yang mengatakann “Dengan adanya transportasi berbasis online urusannaya lebih mudah dan ongkosnya juga lebih memasyarakat”

“Selain itu juga keamanan yang di berikan oleh ojek berbasis online lebih terjamin sebab ketika menggunakan ojek online pasti menggunakan helm tetapi kalo ojek  pangkalan tidak mesti menggunakan helm.” Imbuhya.

“Saya pernah dari mendolo ke kalibeber dengan menggunakan ojek pangkalan saya membayar Rp 30.000 tapi dengan ojek berbasis online cukup membayar Rp 17.000. menurut saya lebih murah” menurut Itsna (21) salah  satu mahasiswa UNSIQ Wonosobo asal Semarang. (Red. DSB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *