harianwonosobo.com

Melawan Pembual Negeri

Bagaimana mungkin?

Kau sejati

Cemburuku layak, karena cintaku kuat

Tapi cintaku kuat

Tak kuat menanggung melarat

Cinta Indonesia, kadang jadi utopia

Semu, lusuh, dan tak berdaya

Cintaku pada Indonesia

Takluk, karena pembual menodainya

Aku tak lagi cemburu

Tapi, cemburu lebih menderu

Bagaimana mungkin cemburu ini kabur

Sementara, koruptor masih subur

Rasa iri dan cemburuku

Seperti resahku, saat menodai negeriku

Tapi sampai kapan waktu

Desahanku bertepi, sementara tirani mendominasi

Ahmad Munir (Pondokcina, Juni 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *