harianwonosobo.com

Fenomena Qnet, Jadi Masalah SDM Daerah


Wonosobo, Beberapa waktu lalu telah terjadi penggerebekan sebuah rumah  kontrakan di Gemolong Sragen, 17 remaja diamankan oleh Polsek  setempat. Penggerebekan tersebut berawal dari sebuah laporan seorang nenek asal Wonosobo yang melaporkan bahwa cucunya  telah hilang selama 3 bulan kepada polisi, kemudian ada sebuah informasi terlacak melalui  sebuah HP, bahwa cucunya  terdeteksi berada di Gemolong. Usut punya usut ternyata anak itu tergiur dengan bisnis QNet dengan modus  Multi Level Marketing (MLM).

Bagi yang tidak mengerti apa itu QNet pasti banyak yang tergoda dengan iming-iming kerja enak gaji besar, apalagi bagi anak-anak lulusan SMA yang secara pikiaran belum matang, yang ling lung kesana-kemari mencari pekerjaan kesana kemari.  Jika mereka ditawari bekerja dengan gaji besar pasti mereka langsung tergiur.

Seperti penuturan seorang mantan calon QNet RA (Nama disamarkan), yang  dulu pernah sempat  tergiur penawaran temannya yang  mengajak  ia bekerja dengan gaji sebulan hingga 3 juta rupiah di sebuah bandara di kota Yogyakarta. Tetapi kenyataannya bukan bekerja dibandara dengan gaji 3 juta perbulan tetapi ia diajak untuk ikut bisnis QNet.

Menurutnya “saya dulu sedang mencari pekerjaan, lalu teman saya X  menawari saya untuk  bekerja di sebuah bandara di kota Yogyakarta. Ya sama mau  pada waktu itu.” 

Awalnya ia berangkat ke Jogja di Jemput oleh X  lalu dia diajak disebuah kontrakan. Kontrakannya ada 2 yang jaraknya tidak terlalu jauh. Tetapi orang-orang dari masing-masing kontrakan tidak tahu menahu jika mereka ikut bisnis QNet “ada 2 Kontrakan,tetapi mereka tidak tahu bahwa 2 kontraka tersebut adalah kontrakan sama-sama pembisnis QNet. Mungkin itu merupakan salah satu  trik mereka untuk mengelabui agar warga sekitar tidak curiga.”

Ketika saya sampai disana saya bertanya kepada penghuni kontrakan ada yang bilang sudah bekerja ada yang bilang masih kuliah dll. Tegasnya.

Malam pertama saya beristirahat disana katanya besok harus interview untuk syarat bekerja.  

“interview di laksanakan di sebuah ruangan pertemuan, banyak yang ikut bermacam-macam orang dengan latar belakang berbeda. Disana ada orang yang menjadi leader yang memimpin acara tersebut”

Menurutnya disana ada semacam pencucian otak, tetapi pada saat itu saya tidak ikut menngucapkan kata yang leader sampaikan untuk ditirukan. Kata katanya seperti ini, leader : apa kabar? Audien: keceh doet. Seperti itu imbuhnya

Setelah seminar selelsai langsung semua audien dimintai untuk membayar sejumlah uang sebagai syarat administrasi sebesar 8  juta rupiah.

Banyak cerita yang kurang enak ketika berkaitan dengan bisnis QNet, salah satu orang di desa saya pernah ikut menjadi bagian bisnis tersebut, dan selama beberapa bulan ia bekerja pulang pergi jogja wonosobo diantar jemput oleh ayahnya tidak pernah punya uang bahkan untuk sekedar pulang dan berangkat. 

Selain itu menurut penuturan RA, disana orang-orangnya tidak banyak yang punya uang kadang makan hanya sehari sekali saja, bahkan untuk beli rokok pun nggak ada, ada beberapa yang memunguti tegesan untuk dirokok kembali.

Banyak sekali cerita-cerita yang kurang mengenakkan, oleh sebab itu kita pilih pekerjaan yang nyata-nyata saja, jaman sekarang banyak sekali modus pekerjaan ringan dengan hasil menggiurkan, tetapi jika diogika pekerjaan apa yang dengan bekerja secara ringan bisa mendapatkan gaji yang fantastis? Oleh sebab itu marilah sebagai generasi muda kita lebih berfikir rasional untuk hidup. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *