harianwonosobo.com

KAMADIKSI WONOSOBO PEDULI PENDIDIKAN DI WONOSOBO

Wonosobo, harianwonosobo.com (23/01/2019) – KAMADIKSI WONOSOBO atau Komunitas Mahasiswa Bidikmisi Wonosobo menggelar acara HIPERION (Hidupkan Pendididikan Remaja Wonosobo) di Aulia Kantor Kementrian Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kemarin, minggu (27/01).

Acara yang diikuti oleh siswa-siwa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Wonosobo mengusung tema “Wonosobo Sadar Pendidikan”.
Panitia mengusung tema tersebut atas dasar bahwa Kabupaten Wonosobo adalah jika dilihat di statistik angka partisipasi pendidikan wonosobo terendah di Jawa Tengah.


Menurut penuturan Tri Sukma Wiranti salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro semester 3 jurusan Akutansi yang juga sebagai salah satu penyelenggara acara ini “Kami mengususng tema tersebut melihat di statistik bahwa wonosobo adalah kabupaten dengan anggka partisipasi pendidikan terendah di Jawa Tengah. Jadi sebagai remaja harus mengubah mainset terutama anak-anak sama pemuda disini untuk tetap kuliah dan kalau mereka mempunyai mimpi untuk terus meraih mimpi.”


Kebanyakan orang desa miiliki mainset bahwa untuk apa kuliah jika nantnya ketika lulus menjadi pengangguran. Sebab banyak lulusan S1 ketika lulus banyak yang menjadi pengangguran. Banyak orang tua yang lebih menyarankan ketika lulus SMA untuk bekerja, bahkan ada yang menyarankan ketika orang tua mimiliki anak perempuan ketika anaknya lulus SMA untuk menikah. “Biasanya anak-anak kena doktrin orang tua untuk apa kuliah kan banyak lulusan S1 ada yang nganggur ada juga yang putus ditengah-tengah. Harapan dari kami atas terselenggaranya acara ini adalah agar mereka anak-anak terbuka pikiran mereka”. Imbuhnya.

Acara ini dihadari oleh Asisten Sekertaris Daerah Kabupaten Wonosobo, Sekertaris Dinas Pendiidikan Kabupaten Wonosobo, Kepala Inspektorat Kabupaten Wonosobo.

Acara ini diisi dengan latihan tes SBMPTN dan juga talkshow. Talkshow ini mendatangkan Trimaya Wahyu salah satu mahasiswa Universitas Tidar Magelang akan tetapi mampu membuktikan kepada banyak orang dengan kekuranggannya yang diberikan oleh Tuhan ia mampu bersaing dengan yang lain. yang kedua adalah Ahmad Khanif salah satu mahasiswa Universitas Gajah Mada yang telah gagal SBMPTN 2 kali tetapi ia tidak putus asa untuk meraih impiannya untuk bersekolah di UGM. Ia membuktikan bahwa dengan ikhiar dan kerja keras impian kita bisa tercapai asalkan kita mampu untuk terus berusaha tidak mudah putus asa. Yang ketiga panitia menghadirkan salah satu calon doktor muda yang sekaligus dosen di UII Yogykarta yang notabennya adalah orang desa yaitu berasal dari Desa Kalilwang Sitiharjo yaitu Najmu Tsaqib Ahda.

“Memang tujuan dari acara ini adalah untuk memotivasi siswa/siswi yang hadir dalam acara ini” ujar Tri Sukma Wiranti dalam wawancara dengan HarianWonosobo.com.

Kedepannya atas terselenggaranya acara ini KAMADIKSI Wonosobo berharap yang datang diacara ini mereka mampu membuka mimpi orang lain ketika mereka sudah sadar dan mengubah wonosobo ini menjadi kota yang anak-anaknya orientasinya berpendidikan sehingga mereka tidak terjerumus dalam pergaulan bebas tidak mudah terpengaruh dengan orang lain tidak dijajah.

Dalam wawancara bersama harianwonosobo.com Tri Sukma Wiranti juga berharap semoga anak-anak yang datang diacara ini mereeka lebih terbuka dan berani untuk meraih mimpinya tatkala mereka tidak mendapatkan dukungan dari orang tua. Asalkan kita komukasikan dengan cara baik-baik pastinya mereka mampu mengerti apa yang menjadi harapan kita.

Semoga pendidikan di Wonosobo akan terus berkembang dan maju dengan semakin banyaknya anak muda yang sadar dengan pentingnya pendidikan untuk sekarang. (Red. Danang Setia Budi)

One thought on “KAMADIKSI WONOSOBO PEDULI PENDIDIKAN DI WONOSOBO

  1. Assalamu`alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
    Sebelumnya saya sampaikan terima kasih kepada pihak Harian Wonosobo yang telah memublikasikan acara kami, semoga dapat menjadi kontribusi dalam rangka membangun embrio pendidikan di Kabupaten Wonosobo. Izin menyampaikan sesuatu, bahwa dalam pemuatan artikel tersebut terdapat banyak kejanggalan terkait tata penulisan ejaan maupun penulisan nama serta informasi lainnya. Saya mengharapkan ke depan jurnalis yang budiman dapat memperhatikan ejaan Bahasa Indonesia dengan seksama serta menyampaikan informasi mengenai suatu peristiwa dengan akurat dan faktual.
    Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *