harianwonosobo.com

CITA RASA WONOSOBO

Wonosobo, harianwonosobo.com (4/02/2019) – Wonosobo adalah kota kecil yang dikelilingi gunung Sindoro, dan Sumbing sebagai primadona serta gunung prau yang terkenal pendakiannya. Kota yang terletak di provinsi Jawa tengah ini memiliki kekayaan yang luar biasa baik budaya, alam, agama, bahasa daerah, dan kuliner. Kekayaan wonosobo sudah sangat mashur apalagi cita rasa kuliner khasnya.

Beberapa kuliner yang wajib dicicipi ketika anda berkunjung ke Wonosobo, yang sangat sayang jika tidak mencicipinya:

  1. Mie Ongklok

Makanan ini terbuat dari perpaduan antara mie, sayuran, dan tahu bacem yang dipotong kemudian di tambah “ loh “ atau bumbu yang menjadi inti pokok rasa nikmat dari mie ongklok yang terbuat dari tepung kanji yang di rebus kental ditambah dengan ebi yang gurih. Makanan ini akan terasa lebih lengkap bila disantap dengan sate yang pedas manis yang berbaur dengan sayuran yang dimasak dengan setengah matang sehingga terasa krenyes dan manis. 

  • Tempe Kemul

Makanan khas wonosobo yang satu ini menjadi favorit dan cocok dipaduan dengan makanan lain, bahkan tempe kemul tidak membuat bosan walau memakannya setiap hari. Tempe kemul terbuat dari tempe kedelai yang dibalut adonan tepung kanji dan gandum dengan tambahan irisan daun kucai yang kemudian digoreng. Balutan adonan kanji dan gandum tersebutlah yang menjadi dasar penamaan “kemul” atau selimut dalam bahasa Indonesia. Tempe kemul paling mantab disantap ketika kondisi masih hangat di pagi hari maupun ketika suasana sedang dingin.

  • Megono  

Megono merupakan makanan yang terbuat dari percampuran nasi liwet dengan sayuran kubis yang dimasak oseng lunak dengan bumbu rahasia setiap pembuatnya. Kenikmatan megono terletak pada masakan sayur oseng kubisnya, yang biasanya ditambah cabe untuk rasa pedas dan ikan teri sebagai penambah kenikmatan. Nasi ini sangat cocok disantap didampingi dengan tempe kemul hangat. Biasanya megono dijumpai di pagi hari dan menjadi favorit sarapan warga Wonosobo.

  • Kacang dieng

Kacang Dieng adalah jenis kacang yang polongnya mirip buncis, tetapi bentuk polongnya lebih pendek dan lebih besar. Setiap polong berisi antara 2-3 biji, bijinya berbentuk agak lonjong, gemuk dan salah satu ujungnya membesar mirip pantat babi, itulah sebabnya ada yang menyebut kacang Dieng dengan kacang babi (Vicia faba L). Kacang Dieng sudah menjadi jajanan khas daerah tersebut dan cocok sekali buat oleh-oleh. Kacang Dieng banyak di jual dalam bentuk kacang goreng yang di sajikan dalam berbagai rasa. 

  • Opak Singkong

Makanan satu ini terbuat dari bahan yang sederhana yaitu selipan singkong atau orang Wonosobo biasa menyebut “Jelon”. Opak singkong dibuat dengan di pipihkan dan disusun pada rigen atau anyaman bambu kemudian dikeringkan. Setelah kering opak digoreng dengan api kecil agar mengembang sempurna. Rasa opak singkong sangat nikmat dengan gurih asin dan kerenyahan yang berpadu sempurna. Biasanya juga disajikan dengan varian rasa dan menjadi cemilan “lenggahan” atau berkumpul sanak saudara.

  • Sagon 

Makanan berbahan dasar tepung ketan dan parutan kelapa ini dinamakan Sagon. Makanan berbentuk bulat dengan cekungan di tengahnya ini diolah dengan cara dibakar di atas bara arang. Sagon banyak ditemukan di daerah pasar induk tepatnya di sekitar pasar induk lantai dua. Paling nikmat jika menikmati sagon adalah ketika keadaan masih hangat. Ini akan menimbulkan kenikmatan tersendiri. Sebab dalam keadaan hangat kombinasi bahan-bahan masih sangat terasa gurihnya. Apalagi ketika menikmati sagon dikombinasikan denga teh hangat yang dinikmati ketika waktu bersantai dengan udara sejuk wonosobo.

  • Carica

Tanaman carica hanya tumbuh didataran tinggi Dieng dengan iklim yang ada disana mampu menumbuhkan dan menghasilkan carica dengan kualitas yang baik dan menjadi cirikhas dan icon kota dingin wonosobo. Carica biasa diolah dan disajikan dalam bentuk manisan dengan kuah manis dari sari bijinya. Kesegaran dan rasa carica tidak perlu diragukan dan sangat cocok dijadikan buah tangan untuk sanak keluarga bahkan teman seperjuangan. Sekarang carica diolah dengan berbagai macam produk baik manisan, selai, sirup, coklat, bahkan kulit carica dijadikan produk kecantikan berupa masker wajah. 

  • Oyek (nasi jagung)

oyek atau nasi jagung merupakan salah satu makanan pokok pengganti nasi beras. di beberapa daerah di wonosobo nasi jagung dijadikan sebagai makanan pokok pengganti beras, sebab ada beberapa daerah yang tidak memungkinkan untuk ditanami padi sehingga masyarakat menanam jagung, tanaman jagung ini nantinya dijadikan nasi oyek untuk keseharian. memakan nasi oyek jagung ini dipercayai bisa membuat kenyang lebih lama. nasi oyek jagung ini sekarang menjadi incaran banyak orang sebab sudah jarang yang membuatnya. nasi oyek jagung paling sedap apabila di makan dalam kondisi hangat dikombinasikan dengan rese (ikan asin) dengan sambal dan sayuran. dengan tekstur lembut dan empuknya nasi oyek jagung nagi beberpa orang menjadi sajian wajib untuk disantap ketika makan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *