harianwonosobo.com

TIGA PERKARA AGAMA MENJADI PONDASI KEBERLANGSUNGAN PERUSAHAAN


Dalam proses kehidupan, manusia tidak bisa lepas dari yang dinamakan dengan agama, dimana peran agama adalah sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Peran agama seharusnya tidak hanya di jadikan sebagai identitas belaka karna tujuan dari agama ialah membibming dan mengarahkan manusia dalam menjalani kehidupan. Agama islam merupakan agama penyempurna yang sangat mementingkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang di orientasikan sebagai sarana ibadah kepada sang tuhan yakni Allah SWT.
Ketika melihat realita hari ini sepertinya pusat keilmuan berada di sebelah barat dimana kebnayakan dari mereka adalah non muslim, tentunya hal tersebut menjadi pukulan bagi manusia yang beragama islam karena di dalam agama islam banyak sekali sumber keilmuan yang diberikan oleh Allah SWT baik melalui kitab Al-Quran dan hadis dan yang lainya, terbukti banyak sekali penelitian di era modern yang sesuai dengan ayat Al-Quran dan hadis. Oleh karena itu seharusnya para kaum muslim dapat mempelajari dan pengembangan ilmu pengetahuan dengan berpedoman agama, dengan berlandaskan Al-Quran dan hadis. Tentunya tidak hanya itu, ilmu pengetahuan hari ini banyak sekali yang ketika di terapkan memiliki dampak positif dan negatif, disinilah peran agama islam yang lebih khusus lagi yakni berupaya sebaik mungkin agar bidang keilmuan meminimalisir dampak negatif bahakan jika bisa tidak mmemili dampak negatif sama sekali.
Dalam tulisan ini penulis ingin membahas lebih lanjut tentang salah satu contoh dari salah satu hadis yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan hari ini. Hadis yang di maksud ialah hadis yang menerangkan tentang tiga amalan manusia yang tidak akan putus meskipun manusia yang bersangkutan telah meninggal dunia. Hadis yang di maksud ialah
عن أبي هريرة رضى االله عنه أن رسول االله صلى االله عليه وسلم قال : إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية أو علم ينتفع يه أو ولد صالح يدعو له
Artinya
Dari Abu Hurairah Ra. Berkata, Rasulullah SAW telah bersabda : Jika anak Adam meninggal, maka amalnya akan terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim).
Dari hadis di atas dijelaskan bahwasanya adanya 3 amalan yang anak terus menerus membuat manusia mendapatkan pahala meskipun srcara raga telah meninggal dunia. Kandungan hadis tersebut dapat dinyatakan bahwa ada tiga jaminan aliran pahala yang akan terus hidup meskipun secara ragawi telah meninggal dunia, yang dalam kali ini akan penulis bahas hubunganya dengan nyawa atau syarat perusahaan dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman hari ini, dimana ketika perusahaan menjaga ketiga hal yang dimaksud perusahaan tidak akan gulung tikar.
Dalam hadis ini yang pertama di sebut ialah mengenai sedekah jariyah dimana sedekah jariyah merupakan sedekah yang bermanfaat dan berdampak positif dan akan terus berlangsung hingga saat saat berikutnya selagi apa yang di amalkanya masih bermanfaat. Dalam keterangan yang pertama ini bisa di nyatakan bahwa ada satu hal yang menjadi objek amalan dan ketika objek amalan itu masih di manfaatkan maka pahala yang di dapat akan terus mengalir sekalipun sudah meninggak dunia, ketika di hubungkan dengan perusahaan maka dalam hal ini ialah branding atau nama produk yang menjadi identitas perusahaan, sama halnya seperti sedekah jariah maka ketika produk masih tersebar dan di konsumsi konsumen maka perusahaan akan terus hidup selagipun krisis sedang terjadi di dalam perusahaan.
Amalan kedua yang tak putus pahalanya ialah ilmu yang bermanfaat, ada beragam pendapat mengenai ilmu yang bermanfaat, namun intinya adalah ilmu yang bisa memberikan manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain, Manfaat ilmu akan tetap ada selama di permukaan bumi ini masih ada seorang muslim yang sampai kepadanya ilmu tersebut. Berapa banyak ulama yang meninggal semenjak ratusan tahun yang lalu tetapi ilmunya masih ada dan dimanfaatkan melalui kitab-kitab yang telah dikarangnya lalu dipakai dari generasi ke generasi sesudahnya dengan perantara para muridnya kemudian para pencari ilmu setelah mereka. Ada dua kunci disini yang pertama ialah ketika manusia memperoleh ilmu maka wajib hukumnya menjalankan ilmu yang diperoleh dan yang kedua ialah sangat di anjurkan untuk dibagikan kepada manusia yang lain sehingga ilmu tersebut dapat berkembang. Kaitan dengan perusahaan, dua kunci dari amalan yang kedua ini akan bahas satu persatu, yang pertama ialah mengenai ilmu yang bermanfaat harus di jalankan oleh diri sendiri dalam kali ini ketika di kaitkan dengan perusahaan maka perusahaan harus meperhatikan internal perusahaan, perusahaan harus selesai dalam hal tata kelola perusahaan atau seringkali di sebut good corporate governance (GCG) dimana ketika perusahaan menerapkan GCG dengan baik maka kemungkinan kecil perusahaan akan mengalami kemunduran tentu tidak hanya itu yang di perlukan karena ada kunci yang kedua yakni tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tapi bagaimana ilmu yang di peroleh harus di sebarluaskan dan di ajarkan kepada manusia lain sehingga ilmu itu akan berkembang, dalam hal ini perusahaan tidak hanya internal yang diperhatikan harus juga memeperhatikan hal luar baik itu perkembangan iptek maupun pesaing sehingga perusahaan dapat memunculkan pembaruan produk atau inovasi sehingga dari kedua kunci tersebut ketika di terapkan maka perusahaan kecil kemungkinan ggulung tikar.
Perkara yang ketiga ialah anak sholeh yang mau mendoakan orang tua artinya Orang tua mempunyai amanah yang besar dalam mendidik anak-anak mereka. Jika baik tarbiyahnya maka solehlah anak tersebut namun jika sebaliknya, akan mendatangkan kerugian kepada diri mereka sendiri. Dalam hal ini perusahaan harus memperhatiakan para pengemudi perusahan baik dari tingkat top manager hingga karyawan terkecil posisinya sehingga pengemudi perusahaan memiliki mental yang loyal terhadap perusahaan yang hasil akhirnya ialah para pengemudi perusahaan akan menjaga keberlangsungan perusahaan dan disitulah perekembangan perusahaan akan cepat meningkat, hari ini hal demikian sering di namakan dengan human resource.
Ketiga perkara yang di terapkan perusahan tersebut yakni branding, GCG & Inovasi, dan human resource merupakan landasan terpenting dalam perusahaan sehingga sangat penting perusahaan dapat menerapkan ketiga hal tersebut dalam mengahdapi perkembangan zaman hari ini. Pembahasan di atas merupakan salahsatu keterhubungan antara hadis dengan tantangan perusahaan untuk menghadapi era modern zaman ini, dan menjadi penguat bahwa pedoman agama islam tidak akan habis termakan zaman justru menjadi jawaban atas perkembangan zaman yang terjadi.

BY:
MUHAMMAD YUSUF
PRODI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SAINS AL-QURAN WONOSOBO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *