harianwonosobo.com

Penghapusan Kasta Sekolah melalui Sistem Zonasi

Tujuan pemerintah melalui terbitnya Permedikbud Nomor 51 Tahun 2018 adalah keadilan dan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga Indonesia. Selama ini sebagian besar orang tua siswa lebih memilih sekolah anaknya berdasarkan prestise sekolah, bahkan seolah-olah membuat sekat-sekat kasta antar sekolah. Hal ini tentunya bukan hal yang realistis karena lebih cenderung mengedepankan aspek psikologis. Tidak hanya itu, paradigma demikian telah memunculkan istilah-istilah sekolah unggulan dan sekolah kelas dua.

Adanya dogma bahwa sekolah-sekolah unggulan seolah lebih baik dapat menimbulkan ketimpangan akses pendidikan. Pemahaman bahwa sekolah-sekolah unggulan dianggap mampu memberikan kualitas pendidikan yang lebih baik bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional untuk memberikan akses pendidikan yang merata bagi anak bangsa. Sebagimana dikutip dari www.news.detik.com, Mendikbud mengungkapkan, “Karena pada dasarnya anak bangsa memiliki hak yang sama. Karena itu tidak boleh ada diskriminasi, hak eksklusif, kompetisi yang berlebihan untuk mendapatkan akses pemerintah.” kata Muhadjir Effendi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kedepan sistem zonasi tidak hanya berlaku pada PPDB, tetapi juga akan berlaku pula pada retribusi tenaga pendidik.  Hal ini diharapkan akan semakin menunjang pemerataan kualitas pendidikan. Muhadjir mengungkapkan, “ Pemerataan guru diprioritaskan didalam setiap zona itu. Apabila ternyata masih ada kekurangan, guru akan dirotasi antar zona. Rotasi antar kabupaten atau kota baru dilakukan jika penyebaran guru benar-benar  tidak imbang dan tidak ada guru dari dalam kabupaten itu yang tersedia untuk dirotasi,” terangnya.

Sehingga kedepannya tidak ada anggapan sekolah-sekolah negeri  favorit yang kerapkali dikaikan dengan kelas sosial tertentu masyarakat.  Secara bertahap, akses pendidikan yang merata diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh warga negara. Pendidikan bukan lagi soal prestise atau mencerminkan kelas sosial, akan tetapi sekolah merupakan tempat yang memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh warga negara. Karena setiap warga negara berhak menerima kualitas akses pendidikan yang adil dan setara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *