Suhu Ekstrem Undang Banyak Wisatawan ke Dieng

Beberapa waktu ini media sosial diviralkan dengan cuaca ekstrem di dataran tinggi Dieng yang mencapai suhu dibawah nol derajat. Beberapa tempat di Dieng bahkan ditutupi embun es dan air yang membeku. Fenomena ini merupakan fenomena tahunan yang terjadi di dataran tinggi di Jawa dan Nusa Tenggara sebagai akibat datangnya musim kemarau setiap setengah tahun sekali. Beberapa tempat yang mencapai titik suhu terendah biasanya terjadi di dataran tinggi dan puncak-puncak gunung.

Fenomena penurunan suhu yang ekstrem di pegunungan tinggi disebabkan oleh adanya pergerakan massa angin dari Australia yang bertekanan tinggi menuju benua Asia melalui kepulauan Nusa Tenggara dan Jawa. Dikutip dari sains.kompas.commassa angin ini bersifat kering dengan kelembapan udara yang rendah sehingga menyebabkan musim kemarau di Indonesia. Massa udara yang kering dan rendahnya uap air menyebabkan saat siang hari permukaan tanah mendapat radiasi panas yang cukup banyak. Akibatnya pada siang hari suhu udara menjadi sangat panas. “Namun saat malam hari, bumi bergantian melepaskan panas (ke atmosfer). Kondisi demikian menyebabkan suhu di permukaan menjadi turun.” Ujar Mulyono, Deputi Bidang Meteorologi BMKG.

Fenomena penurunan suhu yang drastis menyebabkan banyak dampak bagi masyarakat Dieng dan sekitarnya. Embun beku yang mengenai ladang pertanian akan mengganggu bahkan mampu melonyotkan daun tanaman. Hal ini berpotensi mengganggu hasil panen sayuran sehingga mengurangi omset petani. Sayuran kentang yang merupakan produk utama daerah dataran tinggi Dieng mudah layu kemudian membusuk karena embun es yang menempel pada daun. Tidak hanya itu beberapa sayuran yang lain yang merupakan produk utama Kabupaten Wonosobo seperti cabe, tomat, daun bawang, dan lainnya juga rentan busuk karena embun beku dan kabut. Hal ini tentunya akan berpengaruh dengan hasil panen para petani.

Terlepas dari hal di atas, fenomena penurunan suhu hingga minus delapan derajat celcius di Dataran Tinggi Dieng dan sekitarnya juga mendongkrak kunjungan wisatawan. Informasi dan viralnya embun es di kompleks Candi Arjuna dan beberapa tempat lainnya di Dieng mampu mengundang wisatawan dari berbagai daerah. Banyak wisatawan yang datang untuk sekedar merasakan sensasi dingin yang mampu membekukan air dan embun itu. Banyak pula wisatawan dan para pecinta gunung yang datang ke Wonosobo untuk merasakan fenomena ini dari puncak-puncak gunung di Kabupaten Wonosobo seperti, Gunung Perahu, Sumbing, dan Sindoro. Puncak suhu terendah diperkirakan akan bertepatan dengan penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) pada bulan Agustus tahun ini. Sehingga para wisatawan yang akan berkunjung ke Dieng dihimbau untuk mengenakan pakaian hangat dan perlengkapan-perlengkapan lain yang sekiranya diperukan untuk menjaga diri dari suhu yang dingin. (Red. Khusin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *