harianwonosobo.com

GAGASAN CERDAS JOKOWI MEMINDAHKAN IBU KOTA NEGARA

Oleh: Ahmad Munir, Pemerhati Pembangunan Berkelanjutan

Gagasan memindahkan ibu kota negara telah lama diwacanakan. Alasan mendasar sebagaimana yang diketahui khalayak adalah beban Ibu Kota Jakarta dan Pulau Jawa yang semakin besar. Secara statistic, penduduk yang tinggal di Pulau Jawa hampir 65% dari total populasi Indonesia. Tekanan terhadap pulau Jawa cukup tinggi. Lalu, ide yang dikembangkan adalah menyebar gula, dengan harapan gula yang disebar dapat menyebarkan kepadatan penduduk.

Selain soal idealisme, tentang gagasan Indonesia sentris, gagasan pembangunan yang merata, juga gagasan tentang pembangunan dari daerah terluar,  ada perangkat lain yang tentu menjadi sangat penting sebagai prasyarat tumbuhnya kota, yang berdaya saing dan berkelanjutan. Inti dari pembangunan selain untuk mensejahterakan penduduk, juga untuk memastikan generasi yang akan datang dapat menikmati pembangunan yang dijalankan.

Prinsip utamanya adalah keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, penerimaan secara sosial dan keberlanjutan lingkungan. Sasaran utama dari pindahnya Ibu Kota tentu memacu pertumbuhan baru, bagi kota yang akan dikembangkan, sekaligus membuat kota lama memulihkan kondisi.

Kota baru yang akan dikembangkan, bukan tidak mungkin juga akan mengalami permasalahan yang sama pada masa mendatang, tapi setidaknya jika perencanaan dan penataan kota sudah sejak dini dikembangkan, tentu kota yang baru akan jauh lebih baik. Ibu kota baru itu tentu menjadi special bagi pengembangan kota-kota berikutnya. Bukan tidak mungkin, 50 tahun mendatang ibu kota giliran pindah ke Sumatera, Sulawesi, Papua dan sebagainya.

Jaminan Energi dan Sumber Daya Lahan

Kalimantan memiliki kelebihan dari sisi ketersediaan energi baik fosil maupun non-fosil. Kalimantan timur sejauh yang kita kenal termasuk daerah penghasil minyak. Hal ini memungkinkan roda pembangunan dan perekonomian dapat dikembangkan lebih baik, dengan jaminan pasokan energi untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Sedangkan, Jakarta ibu kota lama dapat melakukan pembenahan dan peremajaan dengan memastikan energi terbarukan semakin banyak dikembangkan.

Kalimantan Timur juga menyediakan sumber daya berupa energi fosil, salah satunya batu bara. Untuk memastikan pembangunan dan pertumbuhan kota yang sustainable, batu bara yang tersedia sementara dapat diinvestasikan untuk pengembangan energi dalam bentuk lain, tenaga air, tenaga angina, tenaga matahari dll. Prinsipnya energi yang ramah lingkungan harus mulai diinvestasikan sambil memanfaatkan energi yang ada.

Kelebihan lain, Kalimantan Timur memiliki sumber daya lahan yang masih cukup, untuk membangun kota baru, juga dengan rasio konversi lahan ke non vegetasi yang berimbang. Kalimantan timur memiliki luasan lahan yang masih sangat mumpuni untuk pengembangan Kawasan perkantoran, Kawasan pabrik, Kawasan perumahan, Kawasan perdagangan dan pusat-pusat pertumbuhan lainnya. Jika dikungkinkan juga diperlukan konektivitas yang baik antar provinsi di Kalimantan. Bukan tidak mungkin, Kalimantan benar-benar akan menjadi Kawasan yang maju secara ekonomi, sosial dan lingkungan.

Kalimantan Timur sampai saat ini menyediakan semuanya. Tinggal disiapkan SDM yang mau bekerja keras membangun Indonesia, membangun ibu kota baru, simbol kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *