harianwonosobo.com

Wonosobo Berpotensi Menjadi Penghasil Singkong Terbesar

Produktivitas Singkong Wonosobo Terbesar Ke- 3 Di Jawa Tengah

Kabupaten Wonosobo terletak di Provinsi Jawa Tengah. Berjarak sekitar 120 km dari Semarang, dan sekitar 520 km dari Jakarta, ibukota negara. Kabupaten Wonosobo termasuk daerah yang berapa di pegunungan dengan ketinggian berkisar antara 275-2250 m di atas permukaan laut.

Berdasarkan data dari BPS Jawa Tengah tahun 2015 Wonosobo termasuk penghasil singkong dengan rasio produktivitas terbesar ke-3 dibawah Kabupaten Pati dan Karanganyar. Rasio produktivitas adalah perbandingan jumlah produksi terhadap lahan panen. Kabupaten Pati menempati peringkat pertama dengan menghasilkan 435,51 kw singkong per Ha, Karanganyar sebesar 327,70 Kw per Ha berada di peringkat kedua. Sementara Wonosobo dengan luas lahan panen sebesar 5862 Ha dapat menghasilkan produktivitas singkong sebesar 321,93 Kw per Ha.

Sumber data : BPS Jawa Tengah

Pencapaian ini tentu perlu di tingkatkan mengingat secara iklim dan kondisi tanah di Wonosobo sangat cocok dikembangkan tanaman singkong apalagi dengan menerapkan teknologi pertanian yang lebih modern.

Produktivitas Singkong Tertinggi di Kecamatan Kalibawang

Sumber data : BPS Wonosobo

Kecamatan di Wonosobo dengan rasio produktivitas terbesar berada di wilayah Kalibawang dengan rasio 37, 13 ton per hektar. Ketinggian lahan tanam menjadi faktor signifikan untuk menghasilkan panen yang optimum. Lima kecamatan dengan rasio produktivitas tertinggi berada pada ketinggian antara 600 – 750 mpdl. Singkong memang dapat tumbuh di ketinggian 10 – 1500 mpdl, namun akan menghasilkan panen yang optimal pada ketinggian antara 50 – 700 meter diatas permukaan laut dengan suhu minimum 10 derajat Celcius.

Dalam 3 tahun terakhir ini, singkong tengah “naik daun” berkat penemuan potensi singkong yang dapat dijadikan sebagai bahan sumber energi, pakan makanan ternak, bahan kertas dan bahan plastik yang dapat terurai dalam tanah hanya dalam 10 minggu.

Secara ekonomi, peluang bisnis singkong semakin seksi untuk dilirik dan menjadi bisnis yang menjanjikan. Ditambah pemerintah tengah berusaha membantu untuk meningkatkan produktivitas singkong dari 18-20 ton per hektar menjadi sekitar 30-40 ton per hektar pada tahun 2019. Selain prokduksi yang belum mampu memenuhi permintaan pasar domestik, produk ubi kayu nasional harus memenuhi standar kualitas Hazard Analysis Critical Control Point Specification (HACCP).

Red. Khusin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *