harianwonosobo.com

Benarkah Sektor Pariwisata Di Wonosobo Mengalami Kejenuhan?

Wonosobo adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Tengah. Termasuk kabupaten yang secara masif terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata terutama sektor pariwisata yang tema keindahan alam dan kearifan lokal.

Pariwisata bertemakan alam dan budaya merupakan salah satu daya sektor yang tengah digarap secara serius oleh pemerintah kabupaten Wonosobo untuk menarik pengunjung WISNU (Wisatawan Nusantara). Secara kalkulasi bisnis ber-tema-kan alam cenderung lebih menguntungkan karena hanya memanfaatkan keindahan alam yang telah ada, kemudian diolah dan dipromosikan. Pembuatan objek wisata tidak perlu banyak mengeluarkan biaya, sementara ijin bisa dikonsolidasikan melalui pemerintah desa dan dinas terkait. Kemudian tren generasi mileniel yang suka berselfi dan disebarkan di platform media sosial. Kondisi ini memicu pertumbuhan objek wisata baru meningkat pesat di kabupaten Wonosobo.

Setidaknya grafik berikut bisa menjadi bahan diskusi yang menarik terkait jumlah pengunjung pariwisata di kabupaten Wonosobo. Pola peningkatan dan penurunan perlu dikaji dari berbagai bidang, sehingga kedepannya bisa menjadi acuan evaluasi dan perencanaan strategi yang matang.

Sumber data : BPS Wonosobo (diolah)

Peningkatan jumlah WISNU terjadi secara signifikan mulai tahun 2012 hingga 2016. Selama 4 tahun, jumlah pengunjung meningkat hampir 300%. Peningkatan ini seiring dengan peningkatan jumlah objek wisata baru yang diromosikan secara masif. Beberapa tahun terakhir juga banyak kegiatan pemkab Wonosobo yang bertemakan even, seremonial budaya serta event
branding lainnya. Namun kondisi yang berbeda terjadi pada interval tahun berikutnya yakni tahun 2016 hingga 2018. Jumlah WISNU yang berkunjung ke Wonosobo tidak meningkat secara signifikan. Bahkan pengunjung di tahun 2017 menurun dari tahun sebelumnya.

Bahwa eksistensi dari suatu pariwisata adalah sebuah layanan jasa pada suatu kawasan objek yang menawarkan hiburan. Kecenderungan wisatawan dalam mengunjungi objek wisata baru didorong oleh rasa penasaran. Sedangkan kecenderungan wisatawan yang pernah mengunjungi suatu objek wisata adalah karena mereka nyaman segi fasilitas dan pelayanan. Salah satu kelemahan pariwisata bertemakan alam adalah cenderung menyuguhkan objek yang statis dan mudah membuat bosan. Jika wisatawan hanya sebatas pengunjung lokal dan luar daerah terdekat maka wisatawan akan cepat mengalami kejenuhan. Hal ini akan semakin buruk jika kondisi fasilitas dan pelayanan yang kurang optimal.

Lebih lanjut, menjadikan suatu kawasan objek wisata menggunakan branding daerah tidak cukup dengan mempromosikan secara masif atau memperbanyak even yang bersifat seremonial. Akan tetapi integrasi dengan semua sektor dan perencanaan jangka panjang perlu segera dilakukan. Penguatan tata kelola kawasan, tata ruang kota dan perbaikan fasilitas penunjang malah perlu di garap terlebih dahulu. Saya kira Wonosobo masih berpotensi besar menjadi kawasan wisata alam dan kearifan lokal yang maju jika dilakukan strategi yang matang dan berkelanjutan.

Khusin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *