harianwonosobo.com

Perspektif Strategis Tema RPJMD Wonosobo Tahun 2020


Arah pembangunan kabupaten Wonosobo tahun 2020 diprediksi akan mangacu pada konsep “Smart Regency”. Hal ini diperkuat berdasarkan analisis struktur kalimat tema. RPJMD kabupaten Wonosobo tahun 2020 bertajuk tema “Peningkatan Kualitas Layanan Publik Berbasis Kabupaten Pintar (Smart Regency) untuk Pemantapan Perekonomian Daerah Kabupaten”, mengandung tiga frasa kata yang penting dan perlu dijabarkan. Frasa kata pertama adalah “Peningkatan Kualitas Layanan Publik”, frasa kata kedua “Kabupaten Pintar” dan frasa kata ketiga “Pemantapan Perekonomian Daerah Kabupaten”.

Ketiga frasa kata tersebut, secara struktur kalimat mengandung makna yang saling berhubungan. “Frasa kata pertama” merupakan cara yang akan ditempuh untuk mencapai “frasa kata ketiga” bersadarkan konsep dari “frasa kata kedua”. Struktur kalimat pada tema jika diubah menjadi kalimat aktif berdasarkan hubungan-hubungan frasa kata, kurang lebih akan menjadi; “Memantapkan perekonomian daerah kabupaten Wonosobo melalui upaya peningkatan kualitas layanan publik berdasarkan konsep Smart Regency”.

Berdasarkan analisis struktur kalimat tersebut, menunjukan arah pembangunan pemerintah kabupaten Wonosobo ditahun 2020 mengacu pada konsep “Smart Regency”.

Konsep Smart Regency yang di integrasikan dengan program pemerintah sebenarnya bukanlah suatu konsep yang baru. Sejak tahun 2016 kabupaten Sleman telah menggunakan konsep Smart Regency disingkat SSR (Sleman Smart Regency) dalam upaya meningkatkan efisiensi pelayanan pemerintah. Kemudian pada tahun 2018 kabupaten Sleman telah mengeluarkan produk berupa sistem informasi yakni SIMARDA, SIKOMEN, dan e-Retribusi. Namun ketiga produk layanan tersebut hanya terfokus pada faktor efisiensi secara digital, tidak dalam konteks narasi ekonomi di kabupaten Sleman.

Sementara konsep “Smart Regency” di Wonosobo mengandung persyaratan, karena ada suatu kondisi pada frasa kata ketiga yakni “Pemantapan Perekonomian Daerah Kabupaten”. Artinya produk yang nantinya dihasilkan pada tahun 2020 diharapkan dapat memberikan multiple effect yang signifikan disektor perekonomian.

Dalam upaya menuju sistem ekonomi yang lebih pakem, alangkah baiknya pemkab Wonosobo perlu menyusun blue print ekonomi berbasis potensi kawasan di setiap kecamatan. Tujuan penyusunan Blue print sebagai acuan setiap OPD mendapat panduan yang konsisten. Jika memang diperlukan modifikasi kebijakan tetap mengacu pada blue print yang sudah disusun sebelumnya.

Redaksi dan penulis : Khusin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *