harianwonosobo.com

AGENDA PEMBANGUNAN, JANGAN SURUT KARENA AKSI

Gagasan dan ide pembangunan yang akan diwujudkan dalam nawacita Jilid II, sudah pada fase perjalanan menuju hasil. Indonesia Maju dengan fondasi SDM Unggul, akan diselenggarakan didukung oleh kebijakan negara sebagai bagian dari komitmen memajukan SDM Indonesia. Nyatanya tidak mudah, masih banyak agenda dasar, yang justru menjadi pemantik kemandegan agenda utama, jika kita tidak pandai menyikapinya. Berbagai aksi terjadi pada fase ini, tanpa mengurangi rasio kritik yang dikehendaki. Namun, fokus pada agenda utama hendakanya tetap menjadi sasaran dan target kita.

Kesempatan Indonesia Maju dengan Modal SDM Unggul, tinggal beberapa langkah. Indonesia yang utuh, yang bersatu, yang kuat dengan foundasi ideologi, ekonomi dan kehidupan sosial yang mapan. Itu menjadi angan-angan besar bangsa Indonesia. Indonesia tidak dalam situasi sulit, untuk mendorong kemajuan dalam berbagai rumusan kemajemukan, persatuan, dan kebhinekaan sebagai modal dasar mendorong kemajuan Indonesia. Gagasannya tentu mengarah pada kemajuan SDM.

SDM Unggul Yang Diandalkan

Gagasan dan ide tentang pembangunan memang tidak tunggal. Mitra dan stakeholder harus selalu dilibatkan. Kita mesti bedakan, agenda pemerintah hari ini yakni mewujudkan SDM Unggul menuju Indonesia Maju, dengan kritik yang muncul pada perjalanan mewujudkan gagasan itu. Gagasan yang telah lama, tidak diambil inisiatifnya oleh banyak kalangan, hingga ketertinggalan demi ketertinggalan menghantui kehidupan bernegara kita, namun hari ini disadari oleh presiden dan menjadi konsen bersama. Pada saat negara tetangga, sudah banyak yang tinggal landas, Indonesia tidak boleh berhenti ditempat, yang seolah-olah lari. Ketertinggalan itu, perlu kita kejar dengan kemampuan ekstra, dengan kerja sungguh-sungguh.

Presiden sadar betul, dan menahkodai kapal besar ini butuh pikiran dan tenaga ekstra. Tidak saja soal ini tugas pemerintah, lebih dari itu ini soal visi mewujudkan daya saing bangsa. Ingat beberapa waktu lalu, saat bos taxi negara tetangga, merendahkan para driver online kita, bukan tidak mungkin ke depan jika ketertinggalan demi ketertinggalan kita tanam, hasilnya kita tidak ingin ada lagi ketertinggalan. Tentu tidak dengan berpangku kepala kita menyangga fondasinya. Butuh kerja serius dengan SDM yang mumpuni, yang mau bekerja untuk negerinya, mewujudkan cita-cita memajukan Indonesia.

Agenda Memajukan Indonesia Tidak Boleh Kalah Dengan Perusuh

Kesadaran untuk bekerja mewujudkan Indonesia maju tidak boleh berhenti pada agenda presiden saja, atau pemerintah saja. Ini mutlak menjadi agenda bersama, masyarakat, warga bangsa, dan pihak swasta juga punya andil besar. 

Kemajuan di segaa bidang mustahil tercapai, jika kondisi dan stabilitas dalam tatanan politik dan sosial kita porak poranda. Butuh ketelitian tinggi, tidak saja menjadikan ruang kritik sebagai medium menyampaikan aspirasi bersama, tetapi juga patut dipertimbangkan agenda prioritas apa yang sedang dikerjakan bangsa kita. Lagi-lagi jangan sampai kita terjebak dalam perangkap idealism, yang seolah akan tunai jika kita turunkan di jalan. Idealisme kita akan diuji pada saat negara memanggil untuk memberi kontribusi pada kemajuan, dibidang apapun. Itu ujian sesungguhnya idealisme kita.

Persaingan kita dengan negeri-negeri lain dalam soal perebutan sumber daya alam di depan mata. Energi kita belum swasembada penuh, masih ada tugas anak negeri memenuhi pasokan energi sendiri, dengan peningkatan produksi energi, diversifikasi pemanfaatan energi terbarukan, juga ekosistem energi ramah lingkungan yang akan mensupport kemandirian energi. Juga pada bidang pangan, anak negeri masih ditantang memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tanpa bergantung pada impor. Mutlak diperlukan bermacam agenda menaikkan produksi dan stok pangan dalam skala nasional. 

Dalam soal lain, misalnya agenda memajukan SDM Unggul, dibutuhka investasi pada pengembangan SDM di bidang pendidikan, keterampilan, ketenagakerjaan dan segudang agenda lain, untuk memastikan SDM kita berdaya saing. Juga kemandirian kemandirian lain yang masih dibutuhkan energi rakyat dalam jumlah besar.

Pantikan DPR melalui Berbagai RUU Sebaiknya Dikritisi

Memang kebijakan yang tidak menunjang produktifitas negeri layak dikritisi, tapi ingat tidak boleh larut mengkritisi. Agenda mengkritisi menjadi domain semua kalangan, tapi lebih utama dari itu, agenda memajukan SDM Unggul di segala lini. Ingat, Pekerjaan Rumah kita cukup banyak, tidak saja soal memajukan SDM, tetapi memastikan SDM yang berdaya saing ini, mendapatkan kesempatan mengembangkan segala produknya untuk memajukan negeri dalam berbagai bidang. Perlu pemantik yang lebih kuat, untuk menarasikan kemajuan bangsa dalam berbagai karya.

Pekerjaan rumah generasi millennial jauh lebih berat lagi. Agenda menuntaskan kebutuhan dasar untuk menunjang penghidupan yang layak dan sejahtera harus banyak tercipta. Biaya untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal harus dicarikan solusi agar tidak terlalu mahal. Agenda anak muda adalah menciptakan ide kreatif mengembangkan hunian tempat tinggal, yang terjangkau untuk generasi millennial. Ini pekerjaan besar memajukan Indonesia dalam bidang perumahan. Tidak semata untuk menjamin millennial dapat menikmati kesejahteraan hidup yang layak, tetapi juga memastikan jutaan millennial mendapatkan pekerjaan layak, dengan pendapatan yang sesuai, dari dampak surplus generasi produktif. 

Indonesia maju benar-benar perlu diwujudkan, agar peristiwa penghinaan bos taxi negeri tetangga tidak terulang. Jika taraf kenaikan kesejahteraan anak negeri meningkat, dengan proporsi penggunaan produk barang dan jasa yang sesuai, negeri ini akan maju dengan perkembangan kesejahteraan yang posiitif, tanpa banyak dihantui idealisme yang belum teruji kepastiannya. Kita semua memimpikan Indonesia maju dengan segala idealismenya, tapi mutlak kita semua harus bekerja memajukan Indonesia. Dengan kritik, baru tahapan sederhana saja, untuk mewujudkannya. Selebihnya, kita perlu bekerja membangkitkan energi memajukan Indonesia. Entah kapan, kita bebas menentukan kemajuan kita. Maju Indonesia, Kritik Saja, Tanpa Ganggu Agenda Utama Kita. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *