harianwonosobo.com

Kisah Sukses Desa Menjer Membangun Perpusdes

Liputan Khusus Edisi “Generasi Menginspirasi”

HARIANWONOSOBO.COM, WONOSOBO – Desa Menjer, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo telah suskses membangun Perpustakaan Desa hingga mendapatkan bantuan dari Perpustakaan Nasional.

Kisah yang menarik dan patut dicontoh oleh generasi muda datang dari salah satu desa dikaki pegunungan Dieng. Desa tersebut terletak diwilayah administrasi Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.

Masyarakat  di desa Menjer kini disibukkan kegiatan membaca buku. Tidak hanya anak-anak, Ibu-ibu dan bapak-bapak tambaknya tidak sungkan untuk membaca buku koleksi di perpustakaan desa tersebut.

Berawal dari Pemuda Yang Mencari Wifi Gratis

Kisah pembangunan perpustakaan desa ini berawal dari para pemuda karang taruna yang sering ‘nongkrong’ bersama di salah satu rumah bekas kandang kambing. Mereka terpaksa menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi berkumpul hanya karena ingin mendapatkan wifi gratis yang dipasang di rumah salah satu penduduk. Lama kelamaan mereka mulai jenuh karena hanya menghabiskan waktu untuk bermain game, apalagi jika pengguna wifi banyak jaringan internet menjadi lambat. Mereka juga merasa tidak produkif jika hanya berkumpul saja. Mulai dari obrolan sepele hingga muncul gagasan untuk mendirikan perpustakaan desa.

Mengubah Bekas Kandang Kambing Menjadi Perpustakaan

Gagasan tersebut ditanggapi positif oleh pemuda karang taruna dan kemudian diusulkan kepada perangat desa setempat. Salah satu koordinator pemuda karang taruna sekaligus perangkat Desa Menjer yang masih sangat muda, Mas Suhat menjembatani gagasan tersebut. Mas Suhat merupakan pemuda desa Menjer lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jaga Yogyakarta, Jurusan Sastra Arab. Mas Suhat menjadi seperti agen ganda yang menjembatani gagasan pemuda sekaligus dia menjadi perangkat desa setempat. Berbagai proses tahapan dilalui, akhirnya rumah yang dulunya adalah kandang kambing diubah menjadi perpusatakaan Desa.

Mengumpulkan Buku Bekas

Pada awalnya, koleksi buku bacaan berasal dari sumbangan warga dan pemuda karang taruna desa Menjer. Mereka bahu membahu mencari buku yang sudah tidak terpakai. Mulai dari buku pelajaran SD, SMP dan SMA bahkan majalah bekas pun mereka kumpulkan untuk menambah koleksi.

Sempat Terkendala Penjaga dan Mulai Jenuh

Perjalanan Perpustakaan Desa bukan tanpa rintangan. Beberapa bulan sempat vakum karena tidak ada penjaga yang mengawasi pengunjung untuk membaca. Disisi lain pengunjung mulai bosan dengan koleksi buku yang tidak terlalu banyak. Akhirnya selama beberapa bulan perpustakaan tersebut menjadi sepi. Namun dengan kondisi itu, Mas Suhat dan teman-teman tidak langsung menyerah, mereka berinisiasi mengajukan bantuan kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Wonosobo (ARPUSDA Wonosobo).

Mendapatkan Pendampingan Khusus dari ARPUSDA Wonosobo

Proses pengajuan proposal bantuan buku untuk Perpustakaan Desa tidak langsung disetujui. Hal ini dikarenakan memang banyak program prioritas yang sedang dijalankan oleh Dinas ARPUSDA Wonosobo. Pengajuan proposal bantuan buku baru disetujui sekitar satu tahun setelahnya. Dinas ARPUSDA Wonosobo akhirnya menindaklanjuti dan ternyata konsep Perpustakaan Desa yang sedang dikembangkan Desa Menjer layak mendapatkan bantuan. Tidak hanya itu, hingga sekarang Perpustakaan Desa Menjer mendapatkan pendampingan khusus dari Dinas ARPUSDA Wonosobo.

Desain dan Buku Bacaan Disesuaikan Dengan Kondisi Masyarakat

Konsep pengajuan proposal bantuan buku dari awal memang sudah didesain untuk kategori buku-buku tertentu. Jenis buku yang diajukan setidaknya masih revelan dan disesuaikan dengan latar belakang pembaca di pedesaan. Untuk bapak-bapak disediakan buku bacaan bertema pertanian, perkebunan, sistem pertanian modern dan lain sebagainya. Sementara untuk ibu-ibu disediakan buku bacaan masakan, kerajinan tangan, tata busana dan buku parenting. Untuk pengunjung anak-anak, selain buku pelajaran, juga telah disediakan area khusus yang didesain lebih meriah. Desain meriah ini juga akan memberikan kesan area bermain sehingga konsep perpustakaan desa ini bertujuan agar anak-anak menjadi betah.

Mendapatkan Bantuan Fasilitas dari Perpustakaan Nasional

Upaya mengembangkan Perpustakaan Desa ternyata belum berhenti sampai disitu. Mas Suhat dan teman -temannya terus melakukan inovasi dan usaha untuk menjadikan perpustakaan desanya semakin maju. Pengajuan proposal dilanjutkan hingga ke Perpustakaan Nasional. Dengan konsep gagasan yang inovatif dibantu Dinas terkait, akhirnya Perpustakaan Desa Menjer mendapatkan bantuan seperangkat komputer lengkap.

Kisah Mas Suhat dan teman-teman karang tarunanya patut kita contoh. Bahwa ide gagasan yang bagus dan membangun, sepatutnya didukung oleh berbagai pihak. Generasi muda yang masih membara dengan ide dan imaginasinya harus selalu didorong.

(Red: KH, wawancara eksklusif : Suhat Trima,S.Hum)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *