harianwonosobo.com

Yuk Intip Kebun Stroberi di Bakalan Garung Wonosobo

HARIANWONOSOBO.COM, WONOSOBO. Siapa sih yang tidak tahu stroberi ?. Buah merah satu ini menggoda siapapun yang melihatnya. Rasa yang manis dan aroma khas serta tekstur daging yang lembut berair membuat air liur menetes. Apalagi jika dimakan dalam keadaan dingin saat siang hari, jusnya pun sangat “yummi” ditambah creamer atau susu kental.

Stroberi Kebun

Stroberi merupakan salah satu buah yang masih satu keluarga dengan mawar, termasuk tumbuhan berbunga. Stroberi atau juga ada yang menyebutkan arbei terdapat lebih dari 20 jenis spesies. Sedangkan jenis stroberi yang sering dibudidayakan menjadi komoditas perkebunan adalah jenis stroberi kebun (Fragaria Xananassa). Pada tahun 2007 negara terbesar yang memproduksi stroberi adalah Amerika Serikat sebanyak 1 juta ton lebih.

Kebun Stroberi di Desa Bakalan, Garung, Wonosobo

Berawal dari iseng dan mencari kegiatan sampingan, seorang pemuda dari desa Bakalan telah membuka usaha kebun stroberi. Mas Mahmud, begitu sapaan akrab beliau, salah satu kader IPNU PAC Garung yang baru saja menyelesaikan studi Strata satunya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jurusan Hukum. Beliau telah berhasil membuka usaha kebun stroberi di sekitar Desa Bakalan.

Kebun stroberi milik Mas Mahmud Bakalan Garung Wonosobo

Meski area kebun belum luas, namun beberapa kilogram sudah berhasil ia jual. Ada pula pelanggan yang membeli bibit tanaman stroberi. Namun untuk pembelian bibit stroberi masih dibatasi, karena stok bibit masih sangat terbatas.

Bibit Stroberi yang siap dikirim

Mas Mahmud sendiri telah menyusun konsep agrowisata untuk kebun stroberinya. Tidak hanya menjual buah atau bibit tanaman, namun juga beliau membuat desain kebunya agar bisa menjadi objek wisata.

Buah stroberi siap jual

Saat di wawancarai tim redaksi Harianwonosobo, beliau mengaku memang suka dengan bidang wirausaha sejak masih duduk di bangku MAN 2 Wonosobo.

Saat ini kebun stroberi masih terbatas baik lahan ataupun jumlah tanaman, karena usaha ini masih bersifat sampingan sehingga belum menjadi kegiatan prioritas. Mas Mahmud sendiri, saat ini masih fokus memprioritaskan untuk mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu hukumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *