harianwonosobo.com

Menjelang Musim Hujan Bencana Tanah Longsor Mengintai Wonosobo

HARIANWONOSOBO.COM, WONOSOBO. Menjelang musing penghujan, wilayah Kabupaten Wonosobo berpotensi terjadinya tanah longsor. Tim redaksi harianwonosobo.com menghimpun berbagai data dari beberapa sumber referensi yang valid tentang data bencana alam di wilayah Kabupaten Wonosobo dari tahun 2015 hingga 2017.

Kabupaten Wonosobo terletak di provinsi Jawa Tengah. Berjarak kurang lebih 120 km dari ibu kota provinsi Jawa Tengah dan berjarak sekitar 520 km dari Jakarta, Ibu kota Indonesia. dengan luas total wilayah Kabupaten Wonosobo 984,68 km2.

Pengaruh Elevasi Tanah di Wonosobo

Sebagian besar area kabupaten Wonosobo termasuk daerah pegunungan dengan ketinggian berkisar antara 275 m – 2250 m diatas permuakaan laut. Secara topologi, Kabupaten Wonosobo termasuk dalam wilayah yang didominasi oleh area miring, mulai dari kemiringan sedang hingga ekstrim. Secara biogeofisik, wilayah Wonosobo yang datar hingga landai hanya 25% dari total luas wilayah. Sedangkan kebanyakan elevasi tanah cukup curam, mulai sangat miring hingga ekstrem yakni sebanyak 75% dari total luas wilayah Wonosobo.

Tabel Elevasi Tanah di Wonosobo (Sumber: Kab. Wonosobo Dalam Angka 2019, diolah redaksi HW)

Curah Hujan Tinggi Pada Bulan Tertentu

Tim redaksi HW mendapatkan data tentang curah hujan di Wonosobo pada tahun 2017. Curah hujan cukup fluktuatuf setiap tahunnya. Mendekati bulan-bulan di akhir tahun biasanya curah hujan akan meningkat hingga bulan- bulan di awal tahun. Tercatat pada tahun 2017, bulan November dan Februari merupakan 2 bulan dengan curah hujan tertinggi.

Grafik Curah Hujan Wonosobo 2017 (Sumber
Kab. Wonosobo Dalam Angka 2019)

Tanah Longsor Menjadi Bencana Alam Terbanyak

Mendekati akhir tahun dimana musim hujan mulai datang, Wonosobo perlu mengantisipasi terjadinya bencana alam terutama bencana tanah longsor. Data yang berhasil dihimpun menunjukan mulai tahun 2015 hingga 2017, tanah longsor menjadi bencana alam terbanyak. Disusul oleh kebakaran dan angin puting beliung.

Tabel Jumlah Bencana Alam di Wonosobo 2015-2017
(Sumber: Kab. Wonosobo Dalam Angka 2019, diolah redaksi HW)

Tidak main- main tanah longsor menjadi bencana alam yang sangat serius. Grafik berikut ini menguatkan bahwa ancaman tanah longsor masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Masih di tahun yang sama, kejadian tanah longsor terbanyak pada bulan Oktober. disusul pada bulan-bulan lainnya pada fase musim penghujan.


Grafik Jenis Bencana Alam Wonosobo 2017 (Sumber: SDI, diolah redaksi HW)

Berdasarkan grafik terlihat, bencana alam pada musim-musim penghujan frekuensi terjadinya cukup tinggi. Pada tiap bulan, setidaknya terjadi lebih dari 10 kali. Dan terbanyak pada bulan Oktober yang hampir 50 kasus.

Tahun ini, meski musim penghujan agak melambat karena pengaruh iklim dunia El-Nino, namun Wonosobo perlu waspada terjadinya tanah longsor. Yang jelas langkah aktisipasi yang strategis harus di rancang mulai sekarang. Seperti mensosialisasikan beberapa area rawan longsor terutama daerah pedesaan dan jalan raya. Nomor kontak pihak terkait yang aktif melayani aduan 24 jam. Mengintegrasikan dengan berbagai pihak seperti Tim SAR, Banser dan semua element masyarakat.

Apalagi Wonosobo sedang mengembangkan smart regency tentunya akan membantu kualitas layanan yang berkaitan dengan penanganan bencana.

(Red dan Editor : KH, Sumber : Kab. Wonosobo Dalam Angka 2019 dan Satu Data Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *