PESANTREN DIDORONG MEMILIKI KEUNGGULAN UNIT USAHA PESANTREN

Jakarta, harianwonosobo.com (14/11/2019) – Ekonomi Syariah menemukan momentumnya, untuk bangkit menjadi bentuk baru, produk ekonomi umat yang menjamin kepastian dan keberlanjutnya. Namun perlu disadari sumbangan ekonomi Syariah pada produk ekonomi nasional masih jauh dibawah produk ekonomi konvensional. Ini menjadi tantangan bagi produk ekonomi Syariah agar dapat mengembangkan marketnya di pasar nasional dan pasar internasional.

Salah satu pemeran penting bagi tumbuh kembangnya ekonomi Syariah adalah pesantren. Pesantren dapat memainkan peran menjadi penggerak roda ekonomi bagi masyarakat. Langkahnya tentu pesantren perlu beradaptasi dengan era ekonomi digital. Ada 30 ribu pesantren, dengan 6 juta santri, yang merupakan potensi ekonomi luar biasa, jika bisa dikembangkan menjadi satu holding dengan keunggulan produk khusus pesantren.

“Ada keinginan mereka untuk melakukan koordinasi, bisa saja kedepan ada unit bisnis pesantren. Agar sama-sama memajukan bisnis pesantren. Pondok pesantren pada saat sudah memiliki keunggulan, bisa menjadi pilar ekonomi kita (bangsa Indonesia). Ekonomi pesantren harus lebih kompetitif pada era digital. Terutama pada penguatan industry halal, yang produknya sangat diminati dan ditunggu masyarakat.” Tutur Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Ahmad Munir, Kedoe Institute menyikapi secara serius bahwa pesantren dapat menjadi holding yang menangani bermacam bisnis, dalam satu pintu badan hukum pesantren. Pesantren sudah saatnya memainkan peranan di masyarakat dalam bidang ekonomi. Ketangguhan dan nilai-nilai yang dikembangkan pesantren, memungkinkan pesantren melangsungkan aktivitas ekonomi dengan prinsip Syariah, yang dapat menjamin kelangsungan bisnisnya secara halal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *