INOVASI SANTRI DAN PESANTREN

Oleh: Ahmad Munir, Pemerhati Sosial

Agenda pemerintah dalam mendorong kemajuan bangsa, dilakukan dan ditemput dengan berbagai scenario. Salah satu yang menarik adalah keberadaan kelompok umur produktif, sebagai akibat dari kondisi bonus demografi yang dimiliki bangsa Indonesia. Anak-anak muda dengan usia produktif ini tersebar di berbagai kelompok dan komunitas.

Tantangan pemerintah selanjutnya adalah memastikan kelompok usia produktif ini, menjadi modal bagi negara untuk membangun berbagai sektor, terutama sektor yang tertinggal. Dorongan pemerintah menjadi mutlak diperlukan, agar ruang-ruang aktualisasi untuk anak-anak muda ini muncul.

Salah satu kelompok yang layak dilirik adalah pesantren. Dalam pesantren ada komunitas santri dengan beragam aktivitas dan kegiatan, khususnya kegiatan belajar mengajar, yang berkaitan dengan ilmu agama (ngaji). Istilah ngaji sudah melekat pada santri. Di luar itu, santri juga memiliki potensi dan bakat yang layak dikembangkan untuk mendorong kemajuan berbagai bidang.

Salah satu inovasi yang layak dikembangkan di pesantren misalnya sektor UMKM. Pesantren memiliki potensi sumber daya manusia. SDM pesantren secara umum memiliki keunggulan, utamanya dari sisi karakter. Karakter santri tumbuh dan berkembang sejalan dengan keunggulannya menekuni ilmu agama. 

Namun perlu disadari, tantangan santri hari ini juga besar. Santri memang sudah hampir sejajar dari sisi pendidikan dibanding dengan pelajar pada umumnya, hanya santri perlu upgrade skill dan pengetahuan lebih dalam upayanya dalam mendorong komunitas santri tumbuh dan berkembang dalam beragam sektor. Misalnya santri juga perlu kuat dalam mendorong jiwa kewirausahaan, dengan menekuni berbagai potensi usaha, yang ada di sekitar masyarakat. Misalnya, dapat menekuni beternak untuk pesantren dengan potensi pakan ternak yang tinggi. Juga bisa berinovasi pada pengembangan usaha Event organizer, santri dan pesantren banyak memiliki kelengkapan acara yang dapat dikembangkan potensinya untuk disewakan atau dipinjamkan. Juga potensi usaha yang lain, misalnya koperasi santri dengan membuka kios di pasar-pasar tradisional di berbagai lokasi. 

Di sektor jasa, santri juga dapat mengembangkan bakat dan minatnya di bidang tulis menulis, jurnalistik, atau penterjemah. Juga dapat berkreasi dalam beragam produk sehingga produk-produk santri dapat tembus dan bermanfaat bagi masyarakat. 

Intinya sebenarnya dua hal dalam upaya mendorong inovasi santri. Pertama, satri harus produktif dengan beragam karya, khususnya karya yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Atau kedua, santri mengembangkan skill dan pengetahuan, yang dapat langsung berkontribusi pada pengembangan jasa dan layanan bagi masyarakat. Dua hal ini akan mendorong peningkatan ekonomi dan daya beli santri sehingga potensi santri tergarap dengan baik. Ke depan santri dapat menjadi agen perubahan yang langsung bersentuhan dengan basis masyarakat, sehingga jika santri inovatif, sungguh kemajuan pada level masyarakat akan segera tumbuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *