Imaginasi Karya Anak Bangsa

Agenda pembanganunan ahir-ahir ini ramai dengan gebrakan-gebrakan baru. Situasi yang dituntun adalah lepas dari zona nyaman dan siap menghadapi perubahan. Tentu, istilah ini tidak saja membawa kita pada paradigma baru, bagaimana terus berinovasi, membuat karya yang terus bermanfaat pada sesama. Agenda-agenda ini membutuhkan kerja bersama antar elemen. Tiap dari kita diituntut memberi kontribusi dan sumbangsih pada kemajuan.

Imaginasi bangsa Indonesia perlu pembaharuan. Bayangkan jika tiap anak seusia SMA atau sederajat, diberikan akun bank personal, lalu anak-anak diberi stimulus, untuk menciptakan karya, apapun bentunya, lalu beri kesempatan mereka berkarya dengan catatan harus yang dapat memberi manfaat pada sesama. Tentu, akan tercipta riabuan karya dari masing-masing anak Indonesia. Tidak saja soal stimulus, sekolah juga diberi tuntutan agar anak didik, diberi imajinasi tentang kemajuan bangsa, apa yang hendak diciptakan yang memberi manfaat pada sesama.

Sebagai sebuah gerakan imajinasi, saya kira perlu dorongan dan dobrakan. Anak-anak sekolah tingkat menengah atas diberi kesempatan menciptakan proyek sosial, apapun bentuknya yang dilandaskan pada dasar pemikiran, karya yang dibuat harus bermanfaat pada sesama, dengan menciptakan kultur dan budaya kerja bersama. Antar individu saling mengisi memaparkan proyek sosialnya masing-masing, lalu guru memberi penilaian secara objektif atas dasar karya yang dihasilkan.

Dobrakan ini sangat penting dan perlu. Aspek penilaian diberi semudah mungkin dan sesederhana mungkin, tanpa kehilangan substansi mengajarkan ilmu pengetahuan sesuai kurikulum yang ada.  Namun kebebesan anak berkreasi berdasarkan pada potensi lokal, itu yang perlu digali. Sampai saat ini, kesempatan anak-anak untuk menunjukkan karyanya lalu diapresiasi masih sangat lemah.

Dorongan dan stimulus yang harus diciptakan oleh guru, pendidikan, CSR, penggiat sosial, dan semua sosialpreneur yang ada. Beri kesempatan anak-anak didik bangsa untuk berkarya, dalam wujud apapun semampu mereka. Beri kebebasan dan beri kesempatan pada guru untuk memberi apresiasi atas karya-karya mereka. Semoga inspirasi anak bangsa terus tumbuh dari karya yang dihasilkan, menuju Indonesia maju.   

Penulis: Ahmad Munir

<div id="70fc5f043205720a49d973d280eb83e7"></div>
<script async="" src="https://click.advertnative.com/loading/?handle=3936"></script> 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *