Islam Nusantara dan Kepribadian Indonesia

Oleh : Mad Yahya
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Sastra Inggris ‘17

Seiring dengan perkembangan zaman, umat Islam dihadapkan dengan berbagai masalah yang semakin kompleks. Permasalahan ini muncul sebagai konsekuensi dari dinamika masyarakat muslim itu sendiri. Permasalahan ini mengemuka dalam bentuk yang beragam yang kerapkali agama menjadi benderanya. Dalam taraf tertentu masalah tersebut mencapai puncaknya dengan penghalalan darah sesama muslim, terror, dan peperangan antar sesama manusia seaqidah yang sama-sama membawa bendera Islam.

Dalam sejarah perkembangannya umat Islam terpecah karena perbedaan pandangan politik. Golongan-golongan yang terpecah tersebut seperti khawarij, syiah, dan murji’ah. Perpecahan antar kelompok ini mulai mengemuka lebih jelas pada masa Ali bin Abi Thalib khususnya setelah peristiwa tahkim atau arbitase.

Sedikit berbeda dengan masa lalu, dinamika umat Islam sekarang lebih banyak berkutat pada tarik-menarik hukum-hukum agama. Umat Islam saat ini banyak memperdebatkan permasalahan syariat yang kerapkali memantik api konflik di tengah masyarakat. Umat Islam saat ini lebih banyak tersibukkan dengan permasalahan sunnah – bid’ah, halal – haram, pahala – dosa, dan sebagainya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Muhammad Ainun Najib atau Cak Nun yang penulis bahasakan dengan ungkapan lain bahwa umat Islam Indonesia lebih banyak difokuskan dan tertipu dengan hal-hal materialis agamis sehingga kegiatan spiritual tidak memiliki ruh yang lebih dalam, hanya sekadar menjalani aktivitas fisik. Banyak diantara umat muslim yang kehilangan esensi yang lebih jauh dari makna ibadah.

Islam Nusantara yang merupakan bentuk keberagamaan umat Islam Indonesia telah menyatu dengan konteks dan kehidupan sosio-kultur masyarakat Indonesia. Islam Nusantara sebagaimana yang diajakan oleh generasi pertama umat Islam di Nusantara selalu berjalan beriringan dengan kondisi dan konteks masyarakat Indonesia. Dan terbukti hingga sekarang Islam dapat eksis di tengah-tengah masyarakat Indonesia bahkan menjadi negara muslim terbesar di dunia. Namun, sebagian masyarakat Indonesia sekarang yang tidak memahami sejarah panjang Islam di Indonesia ini ingin mengubah Islam di Indonesia dengan kebudayaan timur tengah (yang dipahami mereka sebagai bagian dari syariat keagamaan) yang pada hal-hal tertentu tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Tentunya hal tersebut dapat memicu api konflik yang berbahaya. Islam Nusantara yang merupakan jawaban atas kehidupan masyarakat Indonesia dengan berbagai kebudayaan dan kondisi masyarakatnya. Karena bagaimanapun selain pokok-pokok ajaran agama, umat Islam Indonesia berbeda dengan umat Islam timur tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DomaiNesia
Share via
Copy link
Powered by Social Snap