Masa Pandemi, MAN 2 Wonosobo Gunakan E-Learning Madrasah Untuk Pembelajaran dan PAT

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia mengakibatkan perubahan di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Perubahan tersebut sebagai dampak dari protokol kesehatan yang diterapkan untuk mengatasi wabah tersebut. Khususnya adalah protokol mengenai social distancing dan physical distancing yang akhirnya berdampak pada proses pembelajaran. Berkaitan dengan situasi tersebut, kementerian agama pun meluncurkan panduan kurikulum darurat madrasah pada masa pandemic Covid-19. Panduan ini tercantum dalam surat keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomer 2791 Tahun 2020. Panduan ini tertanggal 18 Mei 2020 dan berlaku bagi madrasah mulai dari RA, MI, MTs dan MA. Dengan diterbitkanya panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah diharapkan menjadi pedoman dan panduan agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Sehingga segenap lapisan masyarakat tetap mendapat layanan pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas. Karena itu, pada masa darurat Covid-19, madrasah harus mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan kreatifitas masing-masing. Menyikapi SK Dirjen Pendis tersebut, MAN 2 Wonosobo menerapkan Pembelajaran dalam jaringan (Daring) yang bisa diakses oleh pendidik dan peserta didik dari rumah. Dalam hal ini, MAN 2 Wonosobo melakukan beberapa inovasi dan terobosan, salah satunya dengan memanfaatkan E-Learning Madrasah sebagai media pembelajaran di tengah Pandemi Covid-19. Penggunaan E-Learning Madrasah ini sebagai upaya untuk tetap melaksanakan KBM saat pandemic Covid-19 yang mengharuskan KBM tidak bisa dilaksanakan seperti biasa karena protokol kesehatan yang berlaku. Dalam pembelajaran ini antara pendidik dan peserta didik dapat menjalin komunikasi 2 arah yang memungkinkan KBM tetap berjalan dengan baik walaupun tanpa tatap muka langsung. Pendidik tidak hanya mampu memberikan tugas, tetapi juga mampu memberi materi baik melalui teks, video, maupun diskusi secara virtual. Awalnya memang sebagian pendidik dan peserta didik mengalami kesulitan dalam menerapkanya. Kebanyakan terkendala jaringan dan juga faktor transisi dari pembelajaran konvensional kepada pembelajaran digital. Namun, seiring berjalanya waktu karena kemauan pendidik dan peserta didik untuk belajar, sekarang penggunaan E-Learning Madrasah sudah semakin baik. Terbukti E-Learning Madrasah tidak hanya untuk KBM saja, tetapi MAN 2 Wonosobo juga menggunakanya untuk pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang sampai saat ini masih berlangsung (4/6/2020). Menanggapi hal tersebut, kepala MAN 2 Wonosobo Prihantoro Achmad mengatakan bahwa pembelajaran saat Pandemi ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Menurutnya, dengan menggunakan E-Learning memungkinkan pembelajaran lebih fleksibel. Artinya bisa dilakukan dari manapun, bahkan memungkinkan untuk menggunakan sumber belajar yang lebih variatif termasuk segala sesuatu yang ada di sekitarnya. “Prinsip yang kita gunakan dalam pemanfaatan E-Learning Madrasah, bahawa kita ingin pembelajaran bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Kemudian sumber belajar juga bisa dana pa saja yang ada di sekitar kita. Selain itu, pembelajaran bisa dilakukan bagaimana saja dengan cara apa saja, termasuk memanfaatkan E-Learning Madrasah yang saat ini dilakukan oleh MAN 2 Wonosobo,” Ujar Prihantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DomaiNesia
Share via
Copy link
Powered by Social Snap