Skema Ponzi Jurus Terlarang Didunia Bisnis

Harianwonosobo.com – Yogyakarta. Jika anda ingin menginvestasikan aset anda pada suatu badan atau lembaga maka tidak ada salahnya jika anda memperkaya literasi tentang informasi didunia investasi. Namun anda patut mewaspadai pemberitaan diberbagai media dalam beberapa waktu terakhir yang diwarnai dengan informasi tentang modus penipuan berkedok investasi. Rata-rata modus mereka menggunakan skema ponzi yang dalam dunia bisnis jurus ini adalah skema terlarang. Kenapa terlarang? Berikut artikel tentang ulasan skema ponzi oleh harianwonosobo.

Skema ponzi dipraktekkan pertama kali oleh seorang yang sekaligus menjadi nama skema ini yakni, Charles Ponzi pada tahun 1920. Charles Ponzi melakukan praktek arbitrasi menggunakan sistem kupon di beberapa negara Eropa dan Amerika. Kupon tersebut memiliki nilai tarif yang berbeda pada tiap negara yang dimasuki. Kupon akan disebar kebeberpa negara Eropa dengan harga rendah kemudian ditarik kembali ke Amerika dengan harga tinggi.

Keuntungan yang diperoleh mencapai 400 %, keuntungan ini dipakai untuk membayar dirinya sendiri dan beberapa investor di bawahnya. Namun setelah memperoleh keuntungan kedok penipuan investasi ini mulai terbongkar dan setelahnya, Charles Ponzi ditangkap dan dipenjara.

Skema ponzi merupakan jenis investasi semu yang memperoleh keuntungan dari investor lainnya yang berada pada level dibawahnya. Ciri yang paling menonjol adalah adanya iming-iming mendapatkan keuntungan diluar standar fundamental investasi resmi. Bisa jadi keuntungan ini dengan cara membuat harga diskon suatu barang yang diluar standar atau memperoleh keuntungan langsung secara berlebih.

Dalam skema ponzi janji keuntungan yang tinggi didapatkan dari skema aliran dana dengan tingkat pengembalian yang tinggi. Aliran dana dengan tingkat pengembalian yang tinggi ini membutuhkan suplay dari investor lain terutama investor baru untuk menjaga stabilitas aliran. Namun disisi lain, investor atau member baru selalu berpotensi besar tidak mendapatkan  pengambalian yang tinggi jika mereka tidak mendapatkan member atau investor baru.

Ilustrasi Segitiga Ponzi

Skema Ponzi Akan Hancur Secara Alamiah

Untuk menjaga skema ponzi agar terus berjalan, maka diperlukan member atau investor baru yang “tidak terbatas”. Selama ada investor baru skema ini akan tetap berjalan dan yang paling diuntungkan adalah investor yang berada pada level diatasnya.

Ketika terjadi kendala aliran dana pada member atau investor baru dimana mereka menuntut untuk mendapatkan pengembalian dana, maka akan terjadi ketidakstabilan sistem. Ditambah lagi krisis likuiditas yang menyebabkan kepanikan para member seiring dengan semakin banyaknya permintaan kembali uang mereka. Sehingga secara alamiah skema ini akan hancur dengan sendirinya karena skema bisnis ini tidak stabil.

Jika mulai tercium ketidakstabilan sistem aliran dana, promotor atau investor tingkat atas akan berusaha menghindari konflik dan komplain dari member dibawahnya, ia akan berusaha menghindar dan bahkan menghilang dengan membawa sejumlah keuntungan. (red : KH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DomaiNesia
Share via
Copy link
Powered by Social Snap