Wonosobo Perlu Jamban Sehat

Harianwonosobo.com – Wonosobo. Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus menggalakkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bagi masyarakat diwilayahnya. Kegiatan ini dilaksanakan di kecamatan Leksono yang kini telah terbebas dari BABS (Buang Air Besar Sembarangan) atau Open Defecation Free (ODF) pada hari Kamis 30 Januari 2020.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus berupa untuk meningkatkan pola sanitasi masyarakat di wilayahnya agar menjadi lebih baik. Upaya tersebut dilakukan di kecamantan Leksono berupa pemberian bantuan kepada 100 lebih warga untuk membuat jamban sehat. Total bantuan perkeluarga mencapai lebih dari 700 ribu rupiah. Kegiatan pemberian bantuan ini terselenggara berkat kerja sama dan dukungan sponsor dari berbagai pihak diantaranya adalah Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Wonosobo, BRI, BNI, Bank Jateng, BMT Marhamah hingga komunitas dan organisasi lain.

Total sebanyak 14 desa di kecamatan Leksono telah berkomitmen untuk melaksanakan program STBM dan tidak lagi melakukan BABS. Dengan demikian kecamatan Leksono kini telah terbebas dari pola sanitasi yang tidak sehat yakni Buang Air Besar Sembarangan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, Dandim 0707 Wonosobo, Kapolres serta Sekda Kab. Wonosobo.

Berdasarkan data yang bersumber dari BAPPEDA Wonosobo hingga bulan Januari 2020, masyarakat dibeberapa kecamatan masih perlu mendapatkan penanganan terkait dengan pola sanitasi tidak sehat BABS. Berikut persentase banyaknya masyarakat yang masih berperilaku BABS berdasarkan wilayah kecamatan ;

  • Kurang dari 30% : Watumalang ,Wadaslintang, Wonosobo, Kalibawang, dan Sukoharjo.
  • 30% – 50% : Kejajar, Garung, Selomerto, Kepil, dan Kalikajar.
  • Diatas 50% : Kecamatan Sapuran, Kertek dan Mojotengah.

Pada tahun 2020 Wonosobo kembali menargetkan sebanyak dua kecamaran lainnya yakni Sukoharjo dan Watumalang terbebas dari perilaku BABS.

BABS /ODF merupakan berilaku manusia yang membuang kotoran tinja (blackwater) langsung ke lingkungan tanpa ditampung atau diolah terlebih dahulu. Termasuk dalam perilaku BABS adalah membuang tinja langsung ke selokan, gorong-gorong , kali atau sungai, sawah, ladang dll. Sedangkan peraturan dari kementerian kesehatan adalah masyarakat yang sehat harus mempunyai jamban yang sehat. Kriteria jamban sehat adalah jamban yang terdapat didalam rumah dan mempunyai saptic tank atau penampung sebelum limbah kotoran manusia dibuang kesungai atau lingkungan. Namun bagi masyarakat yang tinggal dipegunungan seperti di Wonosobo, belum sepenuhnya menyadari pentingnya jamban sehat. Kebudayaan membuang air besar langsung kelingkungan dibeberapa wilayah masih tindakan yang wajar. Sehingga berdasarkan survey BPS , Wonosobo berada di urutan ke 34 dari dari 35 kabupaten termiskin di Jawa Tengah yang salah satu faktornya adalah indeks sanitasi yang rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DomaiNesia
Share via
Copy link
Powered by Social Snap