Wonosobo Perlu Menata Ruang Kota

Manusia bergerak dari suatu tempat ke tempat lainnya karena ada dorongan atau keinginan tertentu. Dalam bidang kepariwisataan dorongan manusia untuk bergerak didasari rasa ingin tahu, rasa penasaran terhadap suatu objek wisata.

Kabupaten Wonosobo sudah beberapa tahun terakhir dikenal luas berkat beberapa objek wisata bertemakan alam. Salah satu daerah unggulan adalah puncak Gunung Prau dan Sikunir. Pengunjung setiap tahun retatif stabil fluktuasinya tidak terlalu besar bahkan rata-rata meningkat secara linier meskipun gradien peningkatan tidak terlalu banyak.

Berkaca pada potensi pariwisata di Wonosobo tentunya tidak lepas dari pada branding daerah, fasilitas dan layanan umum yang mendukung kenyamanan dan kepuasan pengunjung. Menilik beberapa kota berkonsep wisata seperti Yogayakarta, distribusi dan instegrasi antar objek wisata sangat dibutuhkan, fasilitas untuk kenyamanan pengunjung sangat diutamakan. Kota Wonosobo menurut saya masih perlu di optimalkan integrasi dan konsep kota berbasis wisata. Karena mau tidak mau meskipun objek wisata terletak jauh dari kota, pengunjung selalu akan mendatangi kotanya.

Perlu Menata Ulang Ruang Kota

Penataan kota berbasis wisata harus melihat lebih banyak dari perspektif pengunjung. Andaikan anda mengunjungi kota wisata lain, apa yang ingin anda dapatkan dari kemudahan fasilitas yang ada. Hal yang sama sebenarnya terjadi pula pada pengunjung yang datang ke Wonosobo. Penataan kota berbasis wisata setidaknya mengandung empat area penting, sesuai dengan kebutuhan primer melihat dari perspektif wisatawan.

Area Parkir

Area tempat parkir kendaraan yang memadai berada ditengah kota sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan wisatawan dan agen perjalanan. Secara tidak langsung jika tersedia area parkir yang memadai, maka akan menarik pengunjung untuk meramaikan dan mendatangi kota tanpa harus ada event- event khusus, mereka akan sekedar berjalan-jalan dan menikmati suasana yang ada.

Area Kuliner

Secara konsep hubungan area kuliner dengan kota berbasis wisata sangat erat. Area kuliner menjadi kebutuhan pokok kawasan kota wisata. Karena setiap pengunjung membutuhkan makanan atau mungkin sekedar jajan atau penasaran terhadap makanan khas daerah.  area kuliner tidak akan pernah lepas dari suatu kawasan wisata.

Fasilitas Umum

Fasilitas umum dalam hal ini  adalah segala fasilitas yang dibutuhkan oleh pengunjung. Misalkan tempat ibadah, WC umum, air mineral siap minum, rest area bagi para pendaki, fasilitas wifi dll. Akan sangat bervariasi sekali sesuai dengan tipe pengunjung.

Area Ikonik Kota


Sebuah kota agar dapat menarik pengunjung harus mempunyai titik keramaian yang menjadi magnet daya tarik pengunjung. Seperti kota Yogyakarta, mereka mempunyai tugu jogja sebagai ikonik kota, malioboro area berbelanja dan kuliner dll. Area ikonik perlu di adakan agar pengunjung merasa belum genap sebelum mengunjungi area tersebut.

Secara garis besar bahwa, penataan ruang kota yang optimal secara langsung akan meningkatkan perekonomian. Karena didalamnya terjadi transasksi mata uang yang tinggi, semakin ramai semakin tinggi transaksi.Bisa jadi melibatkan masyarakat dipedesaan untuk membuat makanan khas daerah yang kemudian di jual di area kuliner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DomaiNesia
Share via
Copy link
Powered by Social Snap