Tips Penanganan Tantrum Pada Balita

Harianwonosobo.com- Yogyakarta. Anda sering menghadapi atau melihat anak kecil dan balita merengek, ngambek, marah dan emosi sendiri ?. Itu adalah salah satu gejala Tantrum. Apakah itu Tantrum dan bagaimana cara mengatasinya. Berikut adalah usalan tentang fenomena Tantrum pada anak-anak khususnya dan umumnya pada manusia. Agar dapat mengahadapi dan menangani situasi ini maka tidak salah jika anda perlu mengetahui gejala Tantrum.

Tantrum merupakan sebuah ekspresi emosi manusia atas keridakpuasan keinginan yang disertai dengan beberapa tindakan menangis, menjerit, berteriak dan marah. Secara psikologis, Tantrum terjadi karena ketidakstabilan dalam mengontrol emosi ditambah lagi dengan kesulitan komunikasi sosial. Tantrum biasanya terjadi pada anak-anak dan balita, karena fase mereka masih belum cukup untuk mengontrol emosi. Pada manusia normal, semakin bertambahnya umur, intensitas Tantrum semakin berkurang. Hal ini karena otak akan semakin baik dalam mengontrol emosi.

Tantrum atau temper sering kali dikaitkan dengan sikap tempramen. Dua sikap emosi yang hampir mirip. Ekspresi Tantrum pada balita merupakan hal yang wajar, karena hal ini merupakan bagian dari proses perkembangan emosi manusia. Namun yang perlu diingat adalah cara menghadapi Tantrum pada balita. Penanganan yang benar untuk menghadapi Tantrum pada balita akan mencegah efek dikemudian hari saat dewasa. Bahwa tidak sedikit manusia yang tidak bisa mengontrol Tantrum saat dewasa karena penanganan yang tidak baik terutama dari orang tua atau pengasuh.

Berikut ini tips untuk menghadapi Tantrum pada balita;

  1. Saat terjadi Tantrum, jangan menuruti semua keinginannya, biasanya
    Tantrum keinginan balita sangat tidak logis, bahkan jika terpenuhi pun Tantrum tidak langsung selesai.
  2. Membiarkan reaksi ledakan emosi hingga mereda dan tunggulah sampai tenang.
  3. Memberikan pelukan hangat setelah tenang.
  4. Jangan memarahi balita atau memberikan reaksi kontra emosi karena hal ini akan semakin memperparah efek Tantrum pada balita.
  5. Selesaikan saat itu juga, jangan sampai berlarut-larut karena dikhawatirkan efek emosi akan mengendapkan hingga dewasa.
  6. Memberikan motivasi dan nasihat secara halus setelah tenang.

Penanganan Tantrum yang benar akan membantu balita dalam melewati proses adaptasi emosi. Jika Tantrum tidak ditangani dengan baik, akan mengakibatkan masalah psikologis yang serius. Saat dewasa akan berpotensi kembali meledak dan menjadi bibit untuk bersikap memberontak dan anti sosial. (red : KH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DomaiNesia
Share via
Copy link
Powered by Social Snap