Inilah Fakta Tentang Kerajaan Baru di Purworejo

HARIANWONOSOBO.COM-Yogyakarta. Masih terus menuai kontroversi di masyarakat, berita tentang adannya kerajaan baru di Purworejo perlu di gali kebenaranya.

Baru-baru ini muncul kerajaan baru di kabupaten Purworejo yang menamakan diri dengan sebutan Keraton Agung Sejagat. Namun banyak pihak yang meragukan kebenaran kerajaan tersebut.

Nah berikut adalah beberapa fakta yang dirangkum tentang apa dan siapa kerajaan KAS yang muncul di Purworejo berdasarkan klaim dari kerajaan tersebut.

  • Kerajaan mengklaim memiliki 425 orang pengikut.
  • Raja kerajaan KAS bernama Totok Santosa Hadiningrat adalah dipanggil dengan sebutan Sinuhun bergelar Rangkai Mataram Agung . Sedangkan ratu kerajaan bernama Dyah Gitarja (istri Totok Santosa Hadiningrat) dipanggil Kanjeng Ratu.
  • Keraton Agung Sejagat mengklaim memiliki alat-alat yang dibangun di Eropa,
  • Memiliki parlemen dunia yaitu United Nation (UN).
  • Keraton Agung Sejagat memiliki International Court of Justice dan Defense Council.
  • Pentagon adalah Dewan Keamanan Keraton Agung Sejagat KAS, bukan milik Amerika.
  • Kemunculan kerajaan merupakan bagian dari menunaikan janji 500 tahun setelah runtuhnya kerjaan Majapahit pada tahun 1518.
  • Para pengikut akan membangun pusat kerajaan berupa keraton di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.
  • Dengan berdirinya kerajaan KAS, maka, dominasi oleh United States of America (USA) dalam menguasai dunia juga selesai. Sehingga kekuasaan tertinggi dunia dikembalikan kepada Keraton Agung Sejagat di Purworejo, (Kekaisaran Dunia, Kekaisaran Bumi dan Kekaisaran Matahari).
  • Keraton Agung Sejagat adalah Penerus Pharaoh Dinasti XXXVI Penguasa Kekaisaran (716-1518 AC) periode Nusantara (Atlantic-Sundaland) III, Medang-Majapahit (Dibasti Sanjaya-Dinasti Syailendra)

Sementara itu, masyarakat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo banyak yang menanggapi negatif tentang kerajaan baru tersebut. Berikut adalah rangkuman beberapa tanggapan dan pernyataan dari masyarakat di Desa Pogung Jurutengah.

  • Masyarakat banyak yang merasa terusik dengan kegiatan mereka.
  • Kegiatan kebanyakan berupa bernyanyi pada malam hari disertai bertepuk tangan.
  • Pada tahun 2016-2017, Totok Santosa membentuk organisasi bernama Jogja Development Committee (Jogja DEC).
  • Menjanjikan kepada anggotanya akan mendapatkan uang 100-200 dolar Amerika per bulan.
  • Banyak anggota Jogja DEC yang akhirnya keluar, karena banyak janji yang tidak terpenuhi.
  • Diduga pengikut kerajaan Totok berasal dari sebagian anggota Jogja DEC yang masih setia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *